Sabtu, 19 April 2008

Analisis Kinerja Jalur Pemasaran Dan Prospek Pasar Susu Kambing (Studi di Agriculture Technical Misión Republic of China) (84)


Penelitian ini dilaksanakan di Agriculture Technical Mission Republic of China Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mulai tanggal 1 Maret sampai 31 Maret 2004. Tujuan Penelitian adalah untuk menganalisis kinerja jalur pemasaran dan prospek pasar susu kambing di ATM-ROC. Kegunaan dari penelitian ialah sebagai informasi bagi produsen untuk mengetahui tingkat efisiensi pemasaran susu kambing, pertimbangan untuk menetapkan kebijakan yang diambil produsen guna pengembangan usaha selanjutnya dan informasi untuk penelitian selanjutnya.
Metode penelitian menggunakan metode studi kasus (case study). Pengambilan sample lembaga pemasaran dilakukan secara total sampling, sedangkan sample konsumen dilakukan secara accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuisioner dan observasi. Analisis data berupa analisis secara deskriptif, analisis harga yang diterima produsen, analisis share keuntungan dan biaya lembaga pemasaran, analisis margin pemasaran, analisis pendekatan structure, conduct and Market performance (S-C-P) dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2 tipe saluran pemasaran susu kambing, yaitu : (1) Produsen  konsumen akhir dan (2) produsen  pedagang  pengecer  konsumen akhir. Harga jual susu pasteurisasi dan yoghurt berkisar antara Rp 3.500 sampai Rp 4.500 per cup (220 ml) dan Rp 6.000 sampai Rp 6.500 per cup (220 ml). Besarnya margin pemasaran berbeda pada masing-masing pedagang pengecer dengan kisaran Rp 1.000 per cup (220 ml) sampai Rp 2.500 per cup (220 ml) untuk susu pasteurisasi dan yoghurt, sedangkan margin pemasaran untuk susu segar sebesar Rp 8.000 per liter. Share yang diterima produsen untuk produk susu segar sebesar 60 persen, share dari susu pasteurisasi berkisar antara 55,56 sampai 71,43 persen, dan share dari yoghurt sebesar 61,54 dan 66,67 persen. Keuntungan dan distribusi margin masing-masing pedagang menunjukkan perbedaan yang disebabkan oleh aktifitas kegiatan fungsi pemasaran yang dilakukan dan tujuan usaha pedagang. Evaluasi dengan pendekatan struktur, perilaku dan penampilan pasar menunjukkan belum efisien dengan indikator penilaian antara lain: margin pemasaran, harga produk, tingkat keuntungan, tersedianya fasilitas pemasaran dan intensitas persaingan. Evaluasi dengan metode SWOT menunjukkan prospek pasar yang cukup besar dengan pertimbangan alternatif solusi antara lain: peningkatan kegiatan promosi, perbaikan manajemen sumber daya manusia dan peninjauan kembali visi dan misi usaha, meningkatkan mutu pelayanan pemasaran dan kontinuitas produk, dan perbaikan kinerja perusahaan dengan strategi pemasaran baru.
Kesimpulan dari hasil penelitian ialah kinerja jalur pemasaran belum efisien (efisiensi rendah) dan prospek pasar yang cukup besar apabila didukung dengan strategi pemasaran baru. Saran dari peneliti antara lain: kegiatan promosi menggunakan media radio berupa iklan dan brosur, perluasan pasar dengan pembukaan jalur distribusi baru, meningkatkan mutu pelayanan dan kontinuitas produk, perbaikan kepemimpinan dan profesionalitas, rekrutment tenaga pemasaran dan alternatif lain transaksi pembayaran.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar