Minggu, 18 Mei 2008

Strategi Polisi Pamong Praja Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima Di Alun-Alun Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk … (6)


Penertiban Pedagang Kaki Lima sudah menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 13 tahun 1992 tentang Pengaturan Tempat Usaha Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara serius menangani Pedagang Kaki Lima. Hal ini ditangani secara bijaksana dan tepat sasaran agar tidak terjadi dampak negatif yang tidak diinginkan.
Berdasarkan permasalahan tersebut dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Polisi Pamong Praja di Alun-Alun Anjuk Ladang menggunakan strategi ST ( Strength Threaths) yaitu: meningkatkan jumlah personil Polisi Pamong Praja dan bekerjasama dengan aparat terkait yaitu TNI dan Polri dalam tiap operasi penertiban, mengadakan relokasi tempat berdagang bagi Pedagang Kaki Lima ke area di depan Gedung Juang 45 Nganjuk, memasang rambu-rambu dilarang parkir di sekitar Alun-Alun Ajuk Ladang, meningkatkan dan memberikan bekal ketrampilan khusus bagi Pedagang Kaki Lima usia produktif untuk membuka jenis usaha lain misalnya bengkel, menjahit, dan lain-lain, dengan memberikan pinjaman lunak jangka panjang.
Untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima penulis menyarankan agar dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh.

Untuk mendapatkan versi MS WORD silahkan klik download

Pengaruh Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Terhadap Pemberian Kompensasi Karyawan dan Produktivitas Karyawan PT. Gudang Garam...(7)


Peneliti dalam melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterkaitan antara dan pengaruh kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dengan Pemberian Kompensasi Karyawan dan Produktivitas Karyawan PT. Gudang Garam Tbk, Kediri
Peneliti juga berkeinginan untuk mengetahui variabel terikat/dependent yang manakah paling dipengaruhi oleh kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) apakah pemberian kompensasi karyawan ataukah produktivitas karyawan PT. Gudang Garam Tbk, Kediri
Hipotesis penelitian pada kenyataannya ada hubungan keterkaitan antara kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) dengan pemberian kompensasi karyawan PT. Gudang Garam Tbk. Kediri, dengan hasil T hitung sebesar 13,855, dimana hal ini lebih besar dari T tabel pada taraf signifikan 0,005, dan produktivitas karyawan PT. Gudang Garam Tbk. Kediri, dengan hasil T hitung sebesar 5,646, dimana hal ini lebih besar dari T tabel pada taraf signifikan 0,005
Peneliti dalam melakukan Analisis terhadap variabel terikat / dependent pemberian kompensasi karyawan (Y1) dan produktivitas karyawan (Y2), dan ternyata yang paling dipengaruhi adanya kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) adalah variabel pemberian kompensasi karyawan sebagai variabel terikat / dependent (Y1), dengan hasil sebesar 0,765 atau 76,5 % dan nilai F hitung dengan taraf signifikan 0,005 sebesar 191,969
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ternyata ada hubungan antara kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dengan pemberian kompensasi dan produktivitas karyawan, serta variabel terikat / dependent pemberian kompensasi karyawan (Y1) yang paling dipengaruhi dengan adanya kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK)

Untuk mendapatkan versi MS WORD silahkan klik download

Strategi Pengembangan Siaran PT.Radio Brass FM Kota Kediri Terhadap Kesadaran Kolektif Pendengar Pengisi Acara Siaran Hiburan Clasic Show ... (4)


Sebagai ‘pemain’ baru dalam bidang keradioan, tentu banyak hal yang masih harus dikerjakan agar dapat bersaing dengan keberadaan radio lain. Banyak hal yang sangat mungkin dapat dilihat sebagai sesuatu yang akan mempengaruhi keberhasilan PT Radio BRASs FM Kota Kediri. Untuk itu sangat beralasan jika strategi SWOT akan dapat menjadi ‘pisau’ analisis yang tepat untuk pencapaian keberhasilan PT Radio BRASs FM Kota Kediri tersebut

Untuk metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan analisis SWOT. Data yang diperoleh akan dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities dan Threats). Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan suatu strategi. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.

Dari analisa yang dilakukan diperoleh hasil bahwa identifikasi antara kekuatan dan kelemahan menghasilkan nilai sebesar 2,28 dan identifikasi peluang dan ancaman menghasilkan nilai 0,82, jika hal tersebut digambarkan pada diagram Swot analisis maka terletak pada kwadran I . Adapun strategi pada kwadran tersebut adalah strategi agresif. Bila ditinjau dari beberapa segi kelemahannya, Radio Brass FM secara berkesinambungan masih perlu berbenah diri; artinya, mengejar ketinggalan dari radio-radio swasta di Kota Kediri khususnya, lebih unggul dalam penyajian acara, dikenal masyarakat luas, dipercaya oleh pihak sponsor atau jasa periklanan dan mendapat respon pendengar yang cukup lumayan. PT Radio Bras FM dengan kekuatan yang ada harus mampu meraih peluang dengan harapan untuk meminimalkan ancaman dari radio radio pesaing.

Jadi PT. Radio BRASs FM harus menggunakan strategi yang paling cocok, yang perlu ditempuh guna meningkatkan mutu siaran, agar Radio BRASs FM dapat lebih lebar dalam mengembangkan sayapnya.


Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Di Slb Dharma Putra Daha Kabupaten Kediri ... (5)


Peneliti dalam melakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap prestasi kerja pegawai di SLB Dharma Putra Daha Kabupaten Kediri

Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas berupa kepemimpinan Kepala Sekolah dan variabel terikat berupa prestasi kerja pegawai. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumen, observasi, dan angket. Peneliti berkeinginan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (independent) terhadap variabel terikat (dependent) di SLB Dharma Putra Daha kabupaten Kediri

Hipotesis penelitian pada kenyataannya ada pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap prestasi kerja pegawai di SLB Dharma Putra Daha kabupaten Kediri lebih dari 50% dengan hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa angka R (koefisien determinasi ) rata-rata lebih dari 0,5 dengan SEE (Standard Error of Estimate) rata-rata di bawah 1. Angka signifikansi hasil F test dan t test rata-rata kurang dari 0,05 yaitu 0,000, yang berarti bahwa kepemimpinan berpengaruh positif terhadap prestasi kerja pegawai di SLB Dharma Putra Daha kabupaten Kediri diterima dengan angka signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi kerja pegawai di SLB Dharma Putra Daha kabupaten Kediri adalah 95 % lebih dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala Sekolah dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternyata ada pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap prestasi kerja pegawai di SLB Dharma Putra Daha Kabupaten Kediri

Untuk mendapatkan versi MS-WORD, silahkan klik download


Prospek Produksi SKT PT. Gudang Garam Tbk. Kediri … (3)


Dalam beberapa bulan terakhir ini, sejak awal tahun 2005, karyawan Sigaret Kretek Buatan Tangan (SKT) PT Gudang Garam Tbk. Kediri sering pulang kerja antara jam 10.00 pagi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah telah terjadi perubahan produksi SKT PT Gudang Garam Tbk. Kediri ?
Bila benar telah terjadi perubahan produksi, terutama bila terjadi penurunan produksi SKT, yang nota bene banyak menyerap tenaga kerja, maka hal ini akan dapat menimbulkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawan SKT, yang pada akhirnya akan berdampak pula terhadap roda perekonomian kota Kediri dan sekitarnya.
Namun hal ini tidak akan dapat dihindari, bila dalam kenyataannya memang terjadi penurunan produksi, baik karena situasi pasar yang sudah tidak kondusif untuk pemasarannya, sehingga apa bila produksi SKT tetap dipertahankan oleh PT Gudang Garam Tbk. Kediri maka akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi PT Gudang Garam Tbk. Kediri, sehingga pada saatnya harus melakukan PHK, kondisi keuangan PT Gudang Garam Tbk. Kediri sudah tidak likuid lagi, sehingga tidak dapat memberikan uang pesangon yang lebih layak dari ketentuan ketenagakerjaan.
Untuk membuktikan kesemua dugaan ini, maka penulis melakukan penelitian dengan judul “PROSPEK PRODUKSI SKT PT GUDANG GARAM TBK . KEDIRI”, dengan harapan dapat mencari penyebab terjadinya perubahan produksi SKT PT Gudang Garam Tbk. Kediri, menganalisa prospek produksi SKT tersebut, dengan menganalisa peraturan perundang-undangan yang berlaku, kondisi pasar yang ada saat ini, pertumbuhan industri rokok di Indonesia, korelasi kenaikan produksi SKT dari golongan Pengusaha Pabrik yang lebih rendah dengan penurunan produksi SKT dari golongan atas, posisi (prospek) produksi SKT PT Gudang Garam Tbk. Kediri, Kinerja Strategi Pemasaran dan analisa SWOT SKT PT Gudang Garam TBK. Kediri.
Dari berbagai analisa tadi, penulis berkesimpulan bahwa memang benar telah terjadi perubahan produksi SKT PT Gudang Garam Kediri, berupa kemerosotan produksi yang telah berjalan sejak tiga tahun terakhir ini.
Untuk melakukan penyelamatan terhadap produksi dan pemasaran SKT tersebut, penulis menyarankan beberapa hal antara lain PHK sebagian karyawan usia lanjut dengan pesangon yang menarik, pembenahan manajemen, pembukaan anak perusahaan dari golongan terbawah, menciptakan produk dengan taste baru dan harga murah, pendekatan ke pemerintah pusat dan daerah, dan desentralisasi tempat produksi. Kesemuanya ini untuk melakukan efisiensi dan peningkatan produktivitas perusahaan.


Pengaruh Bentuk Pelayanan Terhadap Kepuasan Publik di Puskesmas Sananwetan Kota Blitar…(2)


Perkembangan tata kepemerintahan di Indonesia sejak reformasi digulirkan mengalami perubahan yang cukup signifikan utamanya pada pembenahan peningkatan tata kepemerintahan yang baik. Di mana fungsi utama pemerintah dalam menyelenggarakan negara adalah sebagai penyelenggara utama dalam pelayanan publik. Organisasi pemerintah berusaha berkembang sedemikian rupa untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, dengan target meningkatkan pemberian layanan yang sesuai dengan harapan masyarakat guna memberikan kepuasan bagi masyarakat sebagai pengguna layanan.
Sejalan dengan adanya tuntutan yang berkembang dalam masyarakat agar organisasi pemerintah senantiasa meningkatkan pelayanannya kepada publik, maka setiap organisasi pelayanan publik termasuk di dalamnya puskesmas harus mampu menciptakan kondisi dinamis guna meningkatkan mutu produk, suasana lingkungan, prosedur, profesionalitas, dan sikap dari pemberi layanan di samping harus memperhatikan sendi-sendi pelayanan yang tercantum dalam Keputusan Menpan Nomor 81 Tahun 1993.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan harapan masyarakat dengan kepuasan pelanggan, pengaruh harapan masyarakat terhadap kepuasan pengguna layanan, dan faktor-faktor dominan harapan masyarakat yang mempengaruhi kepuasan pengguna layanan.
Sampel pada penelitian ini adalah pasien Puskesmas Sananwetan Kota Blitar. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Kueisioner diberikan kepada pasien yang secara teknis memiliki kemampuan untuk menjawabnya, lainnya dengan wawancara. Dari 60 kuesioner yang didistribusikan yang kembali sebanyak 37 dengan 30 kuesioner yang memenuhi syarat untuk dianalisis.
Dengan menggunakan alat analisis Korelasi dan Regresi Liner Berganda. Dari analisis korelasi didapatkan hasil :
1. Mutu produk berhubungan secara signifikan dengan kepuasan.
2. Suasana tidak berhubungan secara signifikan dengan kepuasan.
3. Prosedur berhubungan secara signifikan dengan kepuasan.
4. Profesionalitas berhubungan secara signifikan dengan kepuasan.
5. Sikap berhubungan secara signifikan dengan kepuasan.
Sedangkan dari alat analisis Regresi Linier Berganda didapatkan hasil:
1. Mutu produk berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan.
2. Suasana tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan.
3. Prosedur berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan.
4. Profesionalitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan.
5. Sikap tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan.



Sabtu, 17 Mei 2008

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Juru Parkir Di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Kediri ... (1)


Tujuan penelitian adalah : (1) Untuk mengetahui pengaruh motivasi (MBO, program penghargaan karyawan, program keterlibatan karyawan, program imbalan bervariasi, program imbalan berdasarkan keterampilan, dan manfaat yang fleksibel) terhadap kinerja Juru Parkir Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan Kota Kediri; (2) Untuk mengetahui variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja Juru Parkir Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan Kota Kediri.
Penelitian dilaksanakan di seluruh ruas jalan Kota Kediri dimulai pada bulan Juli 2006 sampai Oktober 2006. Jenis penelitian cross sectional (penelitian sesaat). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan Juru Parkir yang dipekerjakan oleh Dinas Perhubungan Kota Kediri. Sampel diambil menggunakan teknik Proporsive Random Sampling.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Hasil uji F sebesar 40,232 artinya secara bersama terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel MBO (X1), program penghargaan karyawan (X2), program keterlibatan karyawan (X3), program imbalan bervariasi (X4), program imbalan berdasar keterampilan (X5), dan manfaat yang fleksibel (X6), tehadap kinerja (Y). Dan angka R Square sebesar 0,705 artinya bahwa variabel Y sebesar 70,5% dipengaruhi oleh variabel : MBO (X1), program penghargaan karyawan (X2), program keterlibatan karyawan (X3), program imbalan bervariasi (X4), program imbalan berdasar keterampilan (X5), manfaat yang fleksibel (X6). Sedangkan sisanya 29,5 % dipengaruhi variabel lain, 2) Besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen secara berurutan mulai yang paling besar adalah sebagai berikut : (1) program keterlibatan karyawan (X3) sebesar 48,4 %, (2) program penghargaan karyawan (X2) sebesar 26,5 %. (3) program imbalan berdasar keterampilan (X5) sebesar 8,1 %, (4) manfaat yang fleksibel (X6) sebesar 4,8 %, (5) MBO (X1) sebesar 3,0 %, dan (6) program imbalan bervariasi (X4) sebesar 2,8 %. Dari keadaan tersebut kontribusi variabel Program keterlibatan karyawan (X3) sebesar 48,4 % adalah paling dominan.