Minggu, 18 Mei 2008

Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Karyawan Pada Perusahaan Sohun Surya Jaya Di Tulungagung … (12)


Tujuan penelitian ini adalah: “Untuk mengetahui apakah ada pengaruh lingkungan kerja terhadap produktifitas kerja karyawan pada Perusahaan Sohun Surya Jaya di Tulungagung?
Dengan menggunakan analisis path analysis (analisis jalur) dan model analisis regresi berganda, dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Hasil analisa terhadap faktor-faktor lingkungan kerja fisik karyawan diperoleh 7,76 % yang menyatakan baik sekali, 30,48 % menyatakan baik, 35,71 % menyatakan cukup, 14,76 % menyatakan kurang , 14,29 % menyatakan kurang sekali. Maka dapat dikatakan bahwa lingkungan kerja fisik bagian produksi pada perusahaan Sohun Surya Jaya adalah cukup baik, karena sebagian besar karyawan menyatakan cukup baik dan baik. 2) Dari analisa korelasi diperoleh hasil yang positif sebesar 0,64 berarti ada hubungan antara lingkungan kerja fisik bagian produksi dengan produktivitas kerja karyawan.


Koreksi Terhadap laporan Rugi Laba Untuk Menghitung PPh Badan Pasal 25. (Studi kasus pada Perusahaan Shanghai Suling Mas Group Ngunut). … (13)


Setiap tahun, setelah tahun pajak berakhir para wajib pajak akan memenuhi kewajibannya mengerti dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak PPh Wajib Pajak Badan. Salah satu diantaranya menghitung PPh Badan pasal 25, merupakan pembayaran angsuran pajak dalam tahun berjalan sebagai angsuran pajak setiap bulan, yang nantinya akan diperhitungkan pada akhir tahun pajak.
Untuk kepentingan pajak, laporan rugi laba yang dibutuhkan adalah laporan Rugi Laba fiscal. sedangkan yang dipakai perusahaan adalah laporan rugi laba komersial yang sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan perusahaan dalam menghitung persediaan dengan metode LIFO, yang diperkenankan Undang-undang pajak metode FIFO atau rata-rata. Sehingga perlu dikoreksi untuk menghitung kewajiban pembayaran pajak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laporan rugi laba sesuai peraturan fiscal ingin menyikapi perbedaan antara standar Akuntansi Keuangan dan peraturan perpajakan terhadap laporan rugi laba. Akhirnya dapat menghitung PPh Badan pasal 25.
Penelitian ini dilakukan dengan mengoreksi laporan rugi laba komersial kedalam laporan rugi laba fiscal sebagai dosen penghitungan PPh Badan pasal 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : laba sebelum pajak dari laporan rugi laba komersial sebesar Rp. 369.424.484,34 sedangkan laba sebelum pajak di laporan rugi laba fiscal sebesal Rp. 414.785.184,44.
Koreksi positif sebesar Rp. 2.805.000,- dan koreksi negatif sebesar Rp. 48.168.700,-. Setelah dilakukan, penghitungan, pajak terhitung dari PPh Badan “Rp. 106.935.555,-” dari laba kena pajak Rp. 414.785.184,34 maka laba setelah pajak Rp. 307.849.684,-.
Berdasarkan analisa diatas peneliti menyarankan sebaiknya dalam menyusun Rugi Laba metode penghitungan persediaan yang dipakai FIFO atau Rata-rata.



Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana … (11)


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan motivasi, kedisiplinan dan kepemimpinan di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, kedisiplinan, dan kepemimpinan terhadap prestasi kerja pegawai serta menganalisis variabel yang berpengaruh dominan terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung.
Sampel yang digunakan adalah sebanyak 69 pegawai diambil dari populasi sebanyak 218. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, yang disusun dalam skala 1-5, skor 1 untuk tanggapan yang sangat kurang baik dan skor 5 untuk tanggapan yang sangat baik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis Regresi Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi maupun kedisiplinan pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung dapat dikategorikan baik. Motivasi pegawai terutama ditunjang oleh tingginya kesempatan pegawai untuk mengembangkan potensi diri dalam pekerjaan, sedangkan kedisiplinan dicerminkan oleh kepatuhan terhadap setiap perintah kedinasan dari atasan yang berwenang, ketaatan terhadap segala peraturan yang berlaku dan datang serta pulang sesuai dengan jam kerja yang berlaku. Sedangkan untuk kepemimpinan, perilaku yang selama ini dominan diterapkan dalam kehidupan organisasi sehari-hari adalah perilaku Delegatif, yaitu dicerminkan dengan tanggung jawab yang diberikan pimpinan kepada pegawai serta terperincinya tanggung jawab tersebut. Permukiman dan Prasarana Wilayah Kabupaten Tulungagung.


Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan (Suatu Kajian Perilaku Individu pada Karyawan PT. Indosat Tbk Representative Office Tulungagung) ... (8)


Motivasi karyawan harus dilakukan dengan mengetahui beberapa komponen yang mempengaruhi mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Peningkatan Kinerja Karyawan dapat dilakukan dengan menstimulasi aspek-aspek yang membuat dirinya mau melakukan tindakan yang lebih mengarah pada peningkatan produktivitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mngetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan.
Populasi penelitian ini adalah karyawan PT. Indosat Tbk Representative Office Tulungagung, sejumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebagai instrumen utamanya, dan wawancara untuk mengecek kebenaran data yang telah diisi dalam kuesioner, analisis data menggunakan uji statistik regresi linier berganda dan korelasi.
Peningkatan Kinerja Karyawan tergantung pada upaya PT Indosat Tbk Reps. Office Tulungagung dalam memotivasi karyawan dengan memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi positif antara variabel motivasi indikator pemenuhan kebutuhan material dengan kinerja karyawan yang sangat kuat sebesar 0,861 atau 86,1 % dan variabel motivasi indikator pemenuhan kebutuhan non material dengan kinerja karyawan yang kuat sebesar 0,662 atau 66,2 %, sehingga semakin jelas bahwa motivasi memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan
Variabel motivasi berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan yang dibuktikan dengan analisis regresi linier berganda dengan hasil R Square sebesar 0,765 atau 76,5 % dengan tingkat signifikan 0,05 atau 5 % dan nilai F hitung dengan taraf signifikan 0,000 (a) sebesar 19,572, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa insentif dalam bentuk gaji, bonus atau hal-hal lain yang bersifat materi belaka ternyata belum menunjukkan tingkat kinerja yang diharapkan. Dengan demikian untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan PT Indosat Tbk Reps. Office Tulungagung perlu mempergunakan stimulus tidak hanya pada aspek yang bersifat material saja namun juga pada aspek-aspek non material yang dapat mendukung semangat kerja karyawan.


Untuk mendapatkan versi MS-WORD silahkan klik download

Analisis Variabel – Variabel Bauran Pemasaran Yang Mempengaruhi Mahasiswa Dalam Memilih Program Pascasarjana …(9)


Pembangunan pendidikan adalah upaya mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 27, pendidikan merupakan hak setiap warga negara Indonesia dimana pelaksanaannya diselenggarakan melalui Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Salah satu wujud dari penyelenggaraan pendidikan nasional adalah adanya perguruan tinggi.
Penelitian dengan judul analisis variabel-variabel bauran pemasaran yang memepengaruhi perilaku mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, yang dilakukan terhadap mahasiswa program pasca sarjana Universitas Islam Kadiri, bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan masing-masing unsur bauran pemasaran secara parsial dan bersama-sama, serta yang paling dominan terhadap keputusan mahasiswa dalam program pasca sarjana. Untuk tujuan tersebut penulis telah melaksanakan riset dengan mengambil obyek mahasiswa program pasca sarjana Universitas Islam Kadiri.
Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dan hubungan bauran pemasaran terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, dan solusi dari masalah tersebut adalah dengan menganalisa pengaruh dan hubungan bauran pemasaran dengan keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana dengan menggunakan metode analisis regresi berganda dengan melalui Uji Normalitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi, Uji Multikolinealitas, disertai pengujian hipotesa dengan menggunakan pengujian Uji F dan Uji t, terhadap data yang diperoleh melalui kuesioner dari 35 responden.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variable bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa dalam memilih program pasca sarjana, dan secara parsial seluruh variable mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih perusahaan asuransi jiwa. Dan variable yang mempunyai pengaruh yang paling dominan terhadap keputusan nasabah dalam memilih perusahaan asuransi jiwa adalah variable people.

Untuk mendapatkan versi MS-WORD silahkan klik download

Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung … (10)


Permasalahan: 1) Adakah pengaruhfaktor motivasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung?, 2) Seberapa besar pengaruh faktor motivasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung?
Metode Penelitian: Jenis Penelitian deskriptif, populasi seluruh pegawai dengan menggunakan teknik total sampling. Sedangkan sampel berjumlah 38 orang. Variabel penelitian ganda, Tehnik pengumpulan data: observasi, interview, kuesioner dan dokumentasi; analisis data: data kualitatif dianalisis dengan metode deskripstif induktif sedang data kuantitatif dianalisis dengan regresi linear
Hasil penelitian: 1) Bahwa terdapat pengaruh antara motivasi yang meliputi pemenuhan kebutuhan material dan non material terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)Tulungagung. 2) Motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Hal ini dapat terjadi karena dengan motivasi berupa pemenuhan materi dan non materi dapat memberikan lingkungan kerja kondusif di masyarakat dan instansi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung sehingga tentunya akan diikuti dengan peningkatan kinerja oleh para pegawai.

Untuk mendapatkan versi MS-WORD silahkan klik download

Strategi Polisi Pamong Praja Dalam Penertiban Pedagang Kaki Lima Di Alun-Alun Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk … (6)


Penertiban Pedagang Kaki Lima sudah menjadi agenda Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 13 tahun 1992 tentang Pengaturan Tempat Usaha Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Nganjuk, Pemerintah Kabupaten Nganjuk secara serius menangani Pedagang Kaki Lima. Hal ini ditangani secara bijaksana dan tepat sasaran agar tidak terjadi dampak negatif yang tidak diinginkan.
Berdasarkan permasalahan tersebut dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan induktif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Polisi Pamong Praja di Alun-Alun Anjuk Ladang menggunakan strategi ST ( Strength Threaths) yaitu: meningkatkan jumlah personil Polisi Pamong Praja dan bekerjasama dengan aparat terkait yaitu TNI dan Polri dalam tiap operasi penertiban, mengadakan relokasi tempat berdagang bagi Pedagang Kaki Lima ke area di depan Gedung Juang 45 Nganjuk, memasang rambu-rambu dilarang parkir di sekitar Alun-Alun Ajuk Ladang, meningkatkan dan memberikan bekal ketrampilan khusus bagi Pedagang Kaki Lima usia produktif untuk membuka jenis usaha lain misalnya bengkel, menjahit, dan lain-lain, dengan memberikan pinjaman lunak jangka panjang.
Untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima penulis menyarankan agar dilakukan secara terus menerus dan menyeluruh.

Untuk mendapatkan versi MS WORD silahkan klik download