Minggu, 18 Mei 2008

Pengaruh Faktor Kepemimpinan Situasional Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Di Dinas Pertainan Kabupaten Gresik) … (19)


Penelitian ini dilakukan di Dinas Petanian Kabupaten Gresik mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2005 yang bertujuan untuk ; (1) menganalisis pengaruh faktor kepemimpinan situasional yang terdiri dari hubungan atasan bawahan, struktur tugas dan kekuasaan dan wewenang terhadap prestasi kerja pegawai.(2) menganalisis salah satu faktor kepemimpinan situasional yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan teknik pengambilan sample adalah total sampling terhadap 31 responden (semua pejabat eselon III dan IV). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yang berasal dari responden dianalisis dengan regresi liniear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) faktor kepemimpinan situasional yang terdiri dari hubungan atasan bawahan, struktur tugas dan kekuasaan dan wewenang berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai sebesar 36.7%, sedangkan sisanya sebesar 63.3% disebabkan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini; 2) faktor kepemimpinan situasional kekuasaan dan wewenang mempunyai pengaruh paling dominan yaitu sebesar 0,310 terhadap prestasi kerja pegawai di Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, hal ini dapat diartikan jika variabel kekuasaan dan wewenang berubah satu satuan, maka variabel prestasi kerja akan berubah.


Pengaruh Faktor Ketepatan Penempatan Dalam Jabatan Terhadap Prestasi Kerja Di Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Gresik) …(20)


Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Gresik mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2005 yang bertujuan untuk ; (1) menganalisis pengaruh factor-faktor kepetapatan penempatan jabatan yang terdiri dari Kesesuaian pengetahuan, kesesuaian keterampilan, dan kesesuaian sikap terhadap prestasi kerja pegawai.(2) menganalisis salah satu factor-faktor tersebut yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap prestasi kerja pegawai di kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Gresik.
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, sedangkan teknik pengambilan sample adalah total sampling terhadap 51 responden (semua pejabat eselon III dan IV). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer yang berasal dari responden dianalisis dengan regresi liniear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) fakto-faktor kepetapatan penempatan jabatan yang terdiri dari Kesesuaian pengetahuan, kesesuaian keterampilan, dan kesesuaian sikap terhadap prestasi kerja pegawai secara bersama-sama sebesar 63.9%, sedangkan sisanya sebesar 36.1% disebabkan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian ini; 2) faktor kepetapatan penempatan dalam jabatan yaitu kesesuaian keterampilan mempunyai pengaruh paling dominan yaitu sebesar 0,337 (33.7%) terhadap prestasi kerja pegawai di kantor Sekretariat pemerintah Kabupaten Gresik,


Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja di Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Gresik. … (18)


Motivasi karyawan akan dapat meningkat apabila seseorang telah termotivasi, maka ia akan berusaha menghantarkan ke hasil produktivitas kerja yang diharapkan, dalam memotivasi karyawan harus dilakukan dengan mengetahui beberapa komponen yang mempengaruhi mereka dalam melaksanakan pekerjaan.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap produktivtas kerja karyawan dan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi manakah yang paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk penjelasan dan pendiskripsian. Adapun konsep dalam penelitian ini adalah motivasi variabel pemenuhan kebutuhan material dan pemenuhan kebutuhan non material, sedangkan variabel dari konsep produktivitas kerja adalah disiplin, kerjasama, inisiatif, tanggungjawan, dan penyelesaian tugas. Populasi penelitian adalah karyawan Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Gresik. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sampling total dengan besarnya responden 40 orang karyawan. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen utamanya dan wawancara untuk mengecek kebenaran data yang telah diisi dalam kuisioner. Analisa data menggunakan Uji Statistik Regresi Sederhana dan Regresi Berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan material dan kebutuhan non material mempengaruhi: kerjasama dan secara parsial pemenuhan kebutuhan material mempunyai pengaruh dominan terhadap kerjasama karyawan sedangkan pemenuhan kebutuhan non material pengaruhnya dominan terhadap inisiatif karyawan, disamping itu dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan material dan non material tidak berpengaruh nyata terhadap disiplin karyawan, tanggungjawab dan penyelesaian tugas, hal ini disebabkan pembinaan karyawan yang ditetapkan oleh pimpinan berdasarkan perpaduan sistem karir dengan sistem prestasi kerja belum berjalan secara efektif yang masih dipakai adalah ukuran lama masa kerja dan Daftar Urut Kepangkatan sehingga dapat mengaburkan makna pembinaan pegawai selama ini. Dengan demikian diperlukan peninjauan dan kajian menyeluruh untuk memperbaiki sistem prestasi kerja dengan instrumen yang mengarah kepada kemampuan pegawai secara profesional.


Komparasi Implementasi CAMELS Sehubungan Dengan Kinerja Keuangan Bank Syariah dan Bank ... (16)


Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui apakah implementasi CAMELS sehubungan dengan kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri dan Bank Jatim dapat dijadikan sebagai early Warning Systems, 2) Untuk mengetahui bagaimana kondisi kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri dan Bank Jatim tahun 2003-2005, dan 3) Untuk mengetahui komparasi implementasi CAMELS terhadap Bank Syariah Mandiri dan Bank Jatim.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah, dan Bank Umum Konvensional , sedangkan sampel yang diambil adalah Bank Syariah Mandiri. Sementara sebagai data pembanding adalah bank konvensional dalam hal ini menggunakan sampel Bank Jatim. Untuk mengukur rasio kinerja keuangan bank menggunakan analisis CAMELS berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Sedangkan untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan bank syariah maupun bank konvensional adalah mengunakan uji t dua sampel (Two Sample t- test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio permodalan, secara umum Bank Syariah Mandiri selama periode 2003-2005 mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan pembiayaan untuk mengimbangi pertumbuhan dana. Untuk itu bisa jadi pemodal Bank Syariah Mandiri akan menambah modalnya jika tidak ingin ketinggalan dari bank lainnya. Dari sisi kualitas aset secara keseluruhan cukup baik namun diperkirakan akan mengalami penurunan apabila tidak dilakukan perbaikan. Namun demikian kebijakan pemberian kredit/investasi, posedur dan administrasi cukup mendukung kegiatan operasional yang aman dan sehat serta didokumentasikan dengan baik. Dari sisi manajemen bank memiliki track record kinerja yang memuaskan. Dari sisi rentabilitas secara umum sangat baik untuk mengantisipasi potensi kerugian. Dari sisi likuiditas secara umum kinerja bank cukup baik terutama untuk mengatisipasi kebutuhan likuiditas dan penerapan manajemen resiko likuiditas cukup memadai. Sedangkan pada sisi sensitivitas pada resiko pasar, resiko sangat rendah yang dikombinasikan penerapan manajemen resiko pasar yang efektif dan konsisten. Sedangkan Bank Jatim selama periode 2003 sampai dengan 2005 menunjukkan bahwa rasio permodalan secara keseluruhan sangat baik karena tingkat modal secara signifikan berada lebih tinggi dari ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Kualitas aset sangat baik dengan portofolio yang sangat minimal, sementara itu, manajemen bank memiliki track record kinerja yang memuaskan, independen, mampu beradaptasi dengan kondisi ekstern, dan memiliki sistem pengendalian resiko yang memadai. Pada sisi rentabilitas, secara umum kinerja sangat baik, kemampuan rentabilitas sangat tinggi untuk mengantisipasi kerugian. Posisi likuiditas secara umum kinerjanya sangat baik dan kemampuan likuiditas untuk mengantisipasi kebutuhan modal sangat kuat. Sensitivitas terhadap resiko pasar memiliki resiko sangat rendah yang dikombinasikan penerapan manajemen resiko pasar yang efektif dan konsisten.
Hasil temuan lain menunjukkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan antara implementasi CAMELS Bank Syariah mandiri dengan Bank Jatim, karena setelah dilakukan uji t menghasilkan kesimpulan bahwa H0 ditolak


Analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi (Studi analisis Strategi Bisnis Jasa Telekomunikasi pada Wartel “ pradana perkasa” Kota Kediri ) … (17)


Strategi bisnis perusahaan merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi perusahaan. Membuat strategi bisnis perusahaan dapat dipergunakan sebagai pijakan dan petunjuk dalam rangka mencapai tujuan dalam kaitannya untuk tujuan jangka panjang. Bahkan dengan strategi diharapkan pimpinan atau pengelola suatu bisnis dapat melakukan kegiatan bisnisnya dengan baik sehingga dapat bersaing dan mempertahankan bisnisnya diantara pesaingnya.
Tujuan penelitian ini adalah guna untuk mengetahui strategi bisnis apa yang tepat bagi wartel Pradana Perkasa Kota Kediri.
Penelitian yang dilakukan adalah jenis deskriptif, teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan alat analisis SWOT yang didasarkan pada analisis yang memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan Ancaman (Threats).
Hasil penelitian dan analisis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : dengan mempertimbangkan faktor internal dan faktor internal Wartel Pradana Perkasa pada diagram SWOT terletak pada kuadran IV dimana strategi yang dapat diterapkan adalah Diversifikasi konsentrik, Diversifikasi horisontal dan Joint Venture. Sedang mendasari matrik SWOT strategi yang efektif dapat dilaksanakan dengan skor tertinggi =2,825 adalah strategi ST dimana strategi ini memanfaatkan kekuatan guna mengatasi ancaman yang ada pada perusahaan. Adapun strategi ST yang terapkan adalah mengoptimalkan pelayanan pada konsumen dan melaksanakan strategi Joint Venture.


Pengaruh Kecerdasan Emosional Dan Motivasi Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian Pada Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk … (14)


Penelitian ini dilakukan terhadap Penyuluh Pertanian di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan Nganjuk dan bertujuan untuk menganalisis variabel yang mempengaruhi kinerja yaitu variabel kecerdasan emosional dan variabel motivasi .
Hipotesis penelitian ini adalah diduga pengaruh variabel-variabel bebas di atas secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja, diduga variabel-variabel bebas tersebut secara sendiri-sendiri berpengaruh terhadap kinerja dan diduga variabel kecerdasan emosional berpengaruh lebih dominan daripada variabel motivasi terhadap kinerja.
Penelitian ini menggunakan alat pengambil data (instrument) berupa kuesioner yang mengungkapkan tentang kecerdasan emosional dan motivasi. Agar data yang terambil itu baik maka kuesioner harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yang diteliti baik secara bersama-sama maupun parsial terhadap variabel terghantung. Adapun model regresi linier berganda harus memenuhi syarat asumsi umum regresi dengan melakukan uji heteroskedastisitas, autokorelasi serta multikolinieritas.
Berdasarkan hasil analisis Uji F terbukti bahwa variabel bebas berupa kecerdasan emosional (X1), motivasi (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel tergantung yaitu kinerja sehingga hipotesa pertama pada penelitian ini diterima. Sedangkan berdasar hasil Uji t terbukti bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel tergantung sehingga hipotesa kedua pada penelitian ini diterima. Variabel bebas yang dominant mempengaruhi kinerja adalah variabel motivasi bukan variabel kecerdasan emosional sehingga hipotesis ketiga ditolak.


Pengaruh Motivasi Petugas Teknis Terhadap Kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk. … (15)


Karakteristik manusia pada dasarnya sulit dipahami, sulit dikelola, apalagi diatur. Padahal kita tahu bahwa sumberdaya manusia memiliki peranan penting bahkan sebagai aset yang sangat powerful dalam perusahaan/organisasi. Sebagai sebuah aset strategik sumberdaya manusia adalah berupa sumberdaya dan kapabilitas yang diantaranya sulit ditiru atau diperdagangkan, sulit diidentifikasi, bersifat langka, unik dan khas.
Dalam rangka keberhasilan suatu organisasi konsep motivasi perlu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari setiap pemimpin dalam mewujudkan usaha kerjasama di tengah-tengah organisasi. Pengertiannya motivasi dapat dilihat sebagai fundamental dari kegiatan manajemen yang ditujukan pada pengarahan potensi sumberdaya manusia guna mewujudkan kebersamaan dalam menjalankan tugas perorangan maupun kelompok dalam organisasi.
Tujuan Penelitian adalah 1. Untuk mengetahui dan menganalisa hubungan antara motivasi petugas teknis terhadap kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk. 2. Untuk mengetahui variabel yang merupakan faktor motivasi petugas teknis yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2005 sampai dengan Maret 2006 di Lingkungan Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk yang terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 25 Tahun 2000. Penelitian ini merupakan penelitian survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Adapun unit analisisnya adalah petugas teknis Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk sebagai individu.
Penelitian survey ini menggunakan tipe penelitian penjelasan (explanatory research), yaitu memberikan penjelasan hubungan kausal variabel-variabel kelayakan gaji, kebijakan organisasi, keterlibatan karyawan, kondisi kerja, penghargaan dan tanggung jawab petugas teknis terhadap Kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk melalui pengujian hipotesa.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari variabel kelayakan gaji, kebijakan organisasi, keterlibatan karyawan, kondisi kerja, penghargaan dan tanggung jawab petugas teknis terhadap Kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk, yang ditunjukkan oleh nilai Fhitung = 3.689 > Ftabel = 2.630 pada α = 0.05, sedangkan tingkat pengaruhnya ditunjukkan oleh nilai R2 sebesar 0.630, artinya terdapat pengaruh sebesar 63.00%, sedangkan 37.00% dipengaruhi oleh variabel lain. Terdapat satu varibael bebas yang dominan mempunyai pengaruh terhadap kinerja Dinas Kehewanan Daerah Kabupaten Nganjuk, yaitu variabel kebijakan organisasi yang ditunjukkan oleh nilai thitung = 3.55 > ttabel = 2.093 pada α = 0.05, sedangkan pengaruhnya ditunjukkan oleh nilai r2 sebesar 0.0458, artinya terdapat pengaruh sebesar 4.58%.