Selasa, 20 Mei 2008

Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (Evaluasi Tentang Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 … (78)


Penelitian ini dilakukan di pemerintah kota Blitar, yang dimulai tanggal 24 Mei sampai dengan 28 September 2004 atau selama 5 bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) untuk mendeskriptifkan implementasi kebijakan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 dan dampaknya terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kota Blitar, (2) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningktan pendapatan asli daerah kota Blitar, (3) Menganalisis faktor yang paling dominan terhadap pendapatan asli daerah Kota Blitar.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Studi kasus dengan teknik pengambilan sample secara toal sampling (secara keseluruhan). Teknik pengambilan data yaitu dengan yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer yang berasal dari responden dan data sekunder dari instansi yang terkait. Sedangkan Tekik analsis data adalah dengan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Implementasi kebijakan pemeritah kota Blitar mengenai Undang-Undang Nomor 25 tahun 1999 mempunyai dampak positif, (2) Variabel retsibusi daerah dan penerimaan laba perusahaan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah, (3) variabel penerimaan dari laba perusahaan mempunyai pengaruh paling dominan.



Pengaruh Efektivitas Kepemimpinan Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Di Dinas Pendidikan Kota Kediri … (79)


Tujuan penelitian adalah : (1) untuk mengetahui pengaruh efektivitas kepemimpinan dengan produktivitas kerja karyawan Dinas Pendidikan Kota Kediri, (2) untuk mengetahui apakah pengoorganisasian lebih dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja para karyawan dibanding variabel-variabel lain.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dimulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei tahun 2004. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang telah diajukan di muka atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir subyek penelitian.
Metode analisis yang digunakan meliputi ; (1) Analisis deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang diperoleh, analisis ini digunakan untuk menggambarkan secara lebih mendalam tentang variabel-variabel yang diteliti, (2) Analisis inferensial, yaitu dengan menggunakan analisis regresi berganda. Untuk menguji sejauh mana variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat digunakan uji F dan uji t. Uji F digunakan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama (serentak) pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sedangkan uji statistik t digunakan untuk menguji kemampuan (secara parsial) dari masing-masing variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat.
Hasil analisis membuktikan bahwa : (1) Efektivitas Kepemimpinan yang terdiri dari variabel : Perencanaan (X1), Pengorganisasian (X2), Pengoordinasian (X3), Komunikasi (X4), Supervisi (X5), Kepegawaian (X6) dan Penilaian (X7) secara bersama-sama mempengaruhi Produktivitas Kerja (Y). Hal ini didasarkan pada hasil analisia of variansi (ANOVA), yang ditunjukkan dengan nilai Fhitung sebesar 127,649 lebih besar apabila dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikan 5% derajat bebas 7 dan 31 adalah sebesar 2,33. Atau dengan cara lain probabilitas (Sig) yang dihasilkan oleh analisa variansi yaitu sebesar 0,000, (2) Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja adalah pengoordinasian (X3), yang ditunjukan dengan koefisien regresi (b) sebesar 0,294 atau berpengaruh sebesar 29,4%, dibandingkan dengan variabel lain secara berturut-turut yaitu perencanaan (X1) sebesar 22,9%, penilaian (X7) 15,3%, kepegawaian (X6) sebesar 13,6%, supervisi (X5) sebesar 7,1%, komunikasi (X4) sebesar 6,0% dan pengorganisasian sebesar 5,8%.


Analisis Pengaruh Fasilitas Perumahan Terhadap Kepuasan Konsumen Di Kota Malang ... (77)


Strategi yang dilakukan pengembang menengah atas salah satunya adalah dengan menawarkan fasilitas perumahan. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak semua fasilitas yang ditawarkan pengembang perumahan mampu untuk segera direalisasikan dan masih rendahnya garansi yang diberikan pengembang atas fasilitas yang mereka tawarkan tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh fasilitas perumahan berupa: fasilitas lingkungan, utilitas,fasilitas keamanan, fasilitas olahraga, fasilitas sosial, dan fasilitas ibadah terhadap kepuasan konsumen dan menganalisis variabel apa yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap konsumen.
Metode yang digunakan adalah survei dengan jumlah sampel sebanyak 89 responden dan jenis penelitian adalah explanatory research. Alat analisis yang digunakan adalah analisis faktor, dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda.
Hasil analisis data dengan regresi linier berganda menunjukkan R2 = 0,3888 yang berarti bahwa variabel bebas yang terdiridari fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas, mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 38,8% sedang sisanya 61,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas ibadah, fasilitas lingkungan, fasilitas sosial, dan utilitas secara simultan berpengaruh signifikandan positif terhadap kepuasan konsumen di Kota Malang; kedua, variabel fasilitas keamanan lingkungan, fasilitas olahraga, fasilitas lingkungan, dan fasilitas sosial, secara parsial berpengaruh signifikan, sedangkan variabel utilitas dan fasilitas ibadah secara parsial tidak berpengaruh signifikan, keenam variabel berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen di Kota Malang; ketiga, fasilitas keamanan lingkungan mempunyai pengaruh paling dominan.


Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Suatu Kajian Terhadap Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri ... (76)


Masalah yang ingin diketahui dalam penelitian ini adalah apakah faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan pada perusahaan tersebut serta faktor yang mana diantara faktor-faktor motivasi yaitu faktor finansial, faktor psikologis dan faktor sosial yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada para karyawan yang dijadikan sampel penelitian. Dalam hal ini khususnya para karyawan yang tergabung dalam Perum Bulog Sub Divisi Regional V Kediri.
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Model ini digunakan karena dalam penelitian ini jumlah variable independent atau variable bebas (x) lebih dari satu, yaitu faktor finansial (x1), faktor psikologis (x2), dan faktor sosial (x3). Sementara sebagai variable dependen atau variable terikat (y) adalah prestasi kerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable finansial, variable psikologis dan variable sosial secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan pada Perum Bulog, Sub Divisi Regional V Kediri, meskipun dengan tingkat pengaruh yang variatif. Diantara ketiga variable tersebut variable finansial merupakan variable yang paling dominan dalam mempengaruhi prestasi kerja karyawan di perusahaan ini, kemudian disusul oleh variable psikologis dan variable sosial.


Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Lpp (Lembaga Pembina Posyandu) Di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo… (74)


Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur stabilitas organisasi adalah kinerja . Studi penelitian dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi internal yang meliputi prestasi, pengakuan , pekerjaan itu sendiri , tanggung jawab , kesempatan untuk tumbuh ;dan motivasi eksternal yang meliputi gaji ,kondisi kerja fisik ,supervisi,hubungan dengan rekan sekerja ,keamanan dan kebijakan organisasi terhadap kinerja anggota LPP .
Penelitian ini menggunakan metode survey,dengan jenis penelitian eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah 280 anggota LPP di Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Dengan menggunakan rumus slovin ,sample penelitian ini adalah 85 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumen. Uji Validitas dan Reliabilitas digunakan untuk mengukur setiap item variabel penelitian data dianalissia dengan teknik regressi berganda dengan F- test dan T – test untuk menguji pengaruh variable-variabel independent terhadap variabel dependent . Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 % .
Berdasarkan hasil dari analisis regresi, diperoleh bahwa (1). secara bersama-sama variabel-variabel dari motivasi internal (prestasi,pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p=0,000 < 0,005 ); (2). Secara parsial, Variabel-variabel dari motivasi internal (pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, dan kesempatan untuk maju dan tumbuh) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP (p=0,018 < 0,05 ; p=0,000 < 0,05 ; p = 0,018 < 0,05 ; p = 0,030 < 0,05). Sedangkan prestasi secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p = 0,768 > 0,05 ) ; ( 3 ). Secara bersama-sama , Varibel–variabel dari motivasi eksternal ( Honor, Kondisi kerja fisik, supervise, hubungan dengan rekan sekerja, keamanan, dan kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP ( p = 0,000 < 0,05 ) , ( 4). Secara parsial, varibel-variabel dari motivasi eksternal ( Honor, kondisi kerja fisik, supervise, kebijakan organisasi ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja Anggota LPP. ( p = 0,000 < 0,05 ; p = 0,025 < 0,05 ; p = 0,004 < 0,05 ; p = 0,000 < 0,05 ) . sedangkan hubungan dengan rekan sekerja dan keamanan secara parsial tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja anggota LPP( p=0,076 > 0,05 ; p = 0,083 > 0,05 ).
Berdasarkan hasil penelitian ini, variable-variabel dari motivasi eksternal mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kinerja Anggota LPP( Adjusted R² = 0, 827) dari pada variable-variabel dari motivasi internal ( Adjusted R² = 0,367 ) .
Hasil penelitian ini mendukung Ichsan (1997), Mc Clelland dan Atkinsos ( dalam Hersey dan Blanchard, 1995), Horlick (1997), Heyes (1996). Laabs (1998), Martinus (2000), Ilham (1998).


Analisis Kualitas Pelayanan Jasa Terhadap Tingkat Kepuasan Pengusaha Pabrik Rokok Di Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai Kediri ... (75)


Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Kediri sebagai instansi vertikal Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, merupakan KPBC dengan penerimaan cukai terbesar diseluruh Indonesia. Pada tahun 2006 penerimaan negara di KPBC Kediri mencapai Rp13.211.929.726.462,00 terdiri dari bea masuk sebesar Rp 67.550.774,00 dan cukai sebesar Rp 13.211.862.175.688,00.
Penerimaan cukai yang besar tersebut berasal dari cukai yang dipungut dari hasil tembakau produksi para pengusaha pabrik rokok di KPBC Kediri, sehingga sudah selayaknya KPBC Kediri memberikan kualitas jasa layanan publik yang baik kepada para pengusaha pabrik rokok yang telah melaksanakan kewajiban melunasi cukai. Untuk menentukan kualitas pelayanan yang telah diberikan oleh KPBC Kediri, perlu untuk diketahui dan dianalisis khususnya pada harapan atau tingkat kepentingan konsumen terhadap kualitas pelayanan jasa dan tingkat kepuasan pasca menerima pelayanan jasa, apakah konsumen merasa puas atau kecewa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah hubungan dan apakah terdapat perbedaan antara tingkat kepentingan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa dengan tingkat kepuasan para pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri, dan sekaligus menentukan strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2007, dilakukan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kediri, dan sampel yang diambil sebanyak 71 pengusaha pabrik rokok dengan metode random sampling.
Variabel - variabel pelayanan jasa untuk menentukan tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan yang penulis gunakan adalah : (1) pemesanan dan pembelian pita cukai, (2) kemudahan perizinan NPPBKC, (3) pelayanan administratif, (4) sosialisasi peraturan, (5) kemampuan petugas, (6) keramahan petugas, (7) pembinaan, (8) penerimaan pengaduan, (9) kenyamanan fasilitas kantor, (10) kerapihan pakaian petugas.
Dengan menggunakan Skala Likert lima tingkatan, hasil analisis menunjukan bahwa : terdapat hubungan dan perbedaan yang signifikan antara tingkat kepentingan dengan tingkat kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap kualitas pelayanan jasa di KPBC Kediri. Hal ini menunjukan bahwa kepuasan pengusaha pabrik rokok terhadap semua variabel - variabel pelayanan jasa belum optimal.
Strategi yang dapat dipakai dalam meningkatkan kepuasan pengusaha pabrik rokok, hendaknya KPBC Kediri : (1) melakukan perbaikan secara terus – menerus kualitas pelayanan jasa dan menjadikan sebagai prioritas utama pada variabel sosialisasi peraturan dan penerimaan pengaduan, (2) terus mempertahankan kualitas pelayanan jasa variabel pemesanan dan pembelian pita cukai serta variabel pembinaan, (3) meningkatkan kualitas pelayanan jasa namun bukan menjadi prioritas utama yaitu variabel kemampuan petugas, keramahan petugas, dan kenyamanan fasilitas kantor, (4) dapat mempertimbangkan peningkatan kualitas pelayanan jasa, tetapi tetap harus mempertahankan kualitas pelayanan pada variabel kemudahan perizinan NPPBKC, pelayanan administratif, dan kerapihan pakaian petugas.


Strategi Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Keluarga Di Desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri … (71)


Penelitin ini dilakukan di kabupaten desa Sidomulyo Kec. Puncu Kabupaten Kediri yang dilakukan mulai Maret 2003 sampai April 2003. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui faktor-faktor eksternal dan internal dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu. 2) Untuk mengetahui strategi Kader PKK dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) dengan teknik pengambilan sample secara acak sederhana (random sampling). Teknik pengambilan data yaitu dengan wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Faktor-faktor yang internal kekuatan yaitu : a) pengaturan anggaran melalui DPD/K, b) jumlah sarana dan prasarana memadai, c) kepedulian dari dias instansi, d) dukungan dari pemerintah kabupaten kediri, sedangkan factor internal kelemahan yaitu : a) ketidakpedulian pelaksanaan program, b) tingkat partisipasi masyarakat yang rendah, c) rendahnya SDM kader PKK tentang ketrampllan, d) rendahnya jiwa wirausaha, (2) factor eksternal peluang yaitu : a) perubahan ekonomi, b) terbukanya kesempatan pada pasar bebas, c) terbukanya kesempatan kerja, kepedulian lembaga perbankan, sedangkan factor eksternal ancaman yaitu : a) krisis ekonomi yang berkepanjangan, b) pengaruh globalisasi, c) perubahan pola konsumsi masyarakat, d) masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. menjadi penghambat dalam upaya peningkatan pendapatan keluarga di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu adalah sumber daya manusia PKK kurang memadai, partisipasi masyarakat masih kurang, masyarakat dan anggota PKK kurang mempunyai jiwa wirausaha dan ketidakpedulian pelaksanaan program. (2) Strategi PKK di desa Sidomulyo Kecamatan Puncu dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarga adalah menggunakan strategi SO (Strangths Opportunities), yaitu : a) Meningkatkan dana PKK melalui APBD II. b) Meningkatkan sarana dan Prasarana PKK. C) Meningkatkan kualitas kader PKK. d) Profesionalisme PKK dalam semua aspek kegiatan.